Rabu, 22 September 2010

Lebih Dekat Daripada yang Kita Pikirkan.

"Karena Allah menimpakan kebencian-Nya ke atas orang-orang yang tinggi hati dan membuat para penguasa terlunta-lunta di antara puing-puing; tetapi Ia menyelamatkan orang-orang miskin yang saleh dan memberi mereka kemakmuran dan banyak keturunan. Orang-orang baik akan melihatnya dan mereka akan bergirang hati, sedangkan orang-orang jahat akan diam dalam seribu bahasa. Barangsiapa bijaksana, hendaklah ia mendengarkan perkataanku. Renungkanlah kasih dan kebaikan hati TUHAN!" (Mazmur 107:40-43,FAYH)

Berapa lama kita butuh waktu agar kita bisa bertumbuh, bukankah benih Kristus sudah ditabur di dalam diri kita? Proses yg bagaimana lagi yg kita perlukan agar kita bisa mendengarkan suara Tuhan? Apakah kita semakin tidak mengerti bagaimana cara melangkah hidup mengikuti perjalanan salib Kristus?
Mungkin saat ini kita sedang berupaya hidup lebih baik di dunia dgn cara yg kita pikirkan, seperti yg dunia pikirkan. Kita selalu merasa sedang sendirian di lorong kegelapan, dan kita berupaya dgn cara kita utk membuat terang lorong kegelapan itu dgn berpura-pura diri bahwa lorong itu akan menjadi bercahaya.

Sebaliknya,
Diamlah sejenak, bisikan nama Tuhan Yesus dan dengarkan suara-Nya di hati kita. Lalu keluar dari lorong gelap itu dan hampiri terang-Nya. Dia lebih dekat daripada yg kita kira.

Tuhan Yesus Memberkati.