Rabu, 22 September 2010

Kerinduan Allah

Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya dibawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. -Lukas 13:34-


Siapakah orang yang paling tahu apa yang kita inginkan? Tentu saja orang yang dekat dengan kita. Barangkali pasangan, orang tua, sahabat, kakak rohani, atau yang lainnya. Orang terdekat itulah yang tentunya tahu apa yang paling kita sukai, apa kebiasaan kita, apa yang bisa membuat kita marah dan tersinggung bahkan benda apa yang paling kita inginkan. Dan kita yang sudah menikah, tentunya tahu apa yang diinginkan pasangan kita dan sedapat mungkin tentu saja berusaha untuk mewujudkan harapannya.

Apakah kita dekat dengan Allah?? Tahukah sahabat, apa yang paling Ia inginkan dari hidup kita? Apa kerinduan Allah atas hidup kita? Sebuah hubungan yang karib. Semua yang telah dilakukan bagi kita, dilakukannya untuk memulihkan hubungan yang rusak antara manusia dengan diri-Nya. Ia bahkan telah menyerahkan anak-Nya sendiri hanya demi membangun kembali hubungan yang telah hancur itu. Ia rindu mengumpulkan kita kembali seperti induk ayam rindu mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya. Namun manusia tidak mau.

Kita terlalu sibuk dengan pelayanan, dengan pekerjaan, dengan keluarga, dengan tugas-tugas dan tanggung jawab sehari-hari.... sehingga kita lupa apa yang paling Ia rindukan. Kita seperti Marta yang "sibuk dengan urusan dapur" dan mengabaikan kerinduan-Nya untuk bersekutu dengan kita. Kita tak mengenali apa yang Ia rindukan, namun kita menyangka telah mengasihi dan menyukakan hati-Nya setiap hari.

Hari ini, sadarlah akan kerinduan-Nya yang terdalam. Luangkan lebih banyak waktu untuk berdua saja dengan-Nya.

Tuhan Yesus Memberkati.