Kamis, 30 September 2010

Tidak Ada Alternatif Lain

Yesus berkata kepadanya, "Akulah Jalan, dan Kebenaran, dan Hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kecuali melalui Aku. Jikalau engkau tahu siapa Aku ini, tentulah engkau tahu siapa Bapa-Ku. Mulai sekarang engkau mengenal Dia--dan telah melihat Dia." (Yohanes 14:6-7, FAYH)

Yesus berkata dgn tegas. Tidak ada alternatif pilihan jika kita ingin sampai ke tujuan hidup kekal. Yesus tidak membicakan cara-cara lain, Yesus juga tidak menawarkan sebuah kompromi pilihan kpd murid-murid-Nya. Jika ada alternatif pilihan diluar dari perkataan Yesus diatas, itu adalah hasil pemikiran dunia dan keputusan manusia. "Aku meninggalkan kalian dgn satu anugerah--sejahtera pikiran dan hati. Sejahtera yg Aku berikan ini tidak rapuh seperti yg diberikan oleh dunia. Sebab itu, janganlah kuatir atau takut!"(Yoh 14: 27, FAYH)

Tidak ada alternatif pilihan di antara perkataan Yesus dan pemikiran dunia. Jadi sebenarnya orang-orang yg percaya Kristus sudah berdiri diatas keputusan utk berjalan bersama Yesus dan tinggal di dalam Bapa. Namun seringkali mereka tergiur dgn pemikiran dunia yg tidak mengenal Roh Allah. "Tetapi, apabila Bapa mengutus Penghibur utk mewakili Aku--Penghibur yg Kumaksudkan ialah Roh Kudus--Ia akan mengajarkan banyak hal dan mengingatkan kalian akan segala sesuatu yg telah Kukatakan sendiri kepada kalian."(Yoh 14:26, FAYH)

Jika kita telah melangkah bersama Kristus, mari berhenti mendengarkan pemikiran dunia yg menawarkan kebebasan pilihan melangkah dlm hidup. Yesus hanya meninggalkan satu anugerah, yaitu sejahtera didalam pikiran & hati kita.
"Ingatlah apa yg telah Kukatakan kepada kalian--Aku akan pergi, tetapi akan datang lagi kpd kalian. Jikalau kalian benar-benar mengasihi Aku, kalian akan gembira sekali, sebab sekarang Aku dapat pergi kepada Bapa yg lebih mulia daripada-Ku. Aku telah memberitahukan kpd kalian semua ini sebelum terjadi, supaya pada waktu hal-hal itu terjadi, kalian akan percaya kepada-Ku. "Tidak banyak lagi waktu-Ku utk berkata-kata kpd kalian, sebab penguasa dunia yg jahat sedang mendekat. Ia tidak berkuasa atas diri-Ku, tetapi Aku akan melakukan apa saja yg dituntut oleh Bapa dari Aku, supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa. Marilah kita pergi." (Yoh 14:28-31, FAYH)
Tuhan Yesus Memberkati.

Pribadi Ke Pribadi

"Ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat -Lukas 15:10-"


Selama pelayanan-Nya yang singkat didunia ini, sekitar tiga tahun, Yesus menggunakan banyak waktu untuk mengajar dan menyembuhkan orang sakit sekali pada setiap saat. Meskipun Sang Juruselamat juga berkhotbah kepada orang banyak Galilea dan Yudea dan seringkali dikelilingi oleh kerumunan orang banyak, Dia tidak pernah terlalu sibuk untuk melayani pria, wanita dan anak-anak pribadi ke pribadi.

Suatu hari, ketika rumah ibadah dikapernaum dipenuhi orang-orang yang ingin mendengarkan perkataan Sang Guru, Dia berhenti untuk memberi perhatian pada seorang yang sakit yang diturunkan lewat atap (Markus 2:1-12).

Pada peristiwa lain, Sang Juruselamat memilih laki-laki bertubuh pendek memanjat pohon ara agar dapat melihat-Nya diantara kerumunan orang. Yesus berhenti, memandang ke atas, dan berkata, "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini aku harus menumpang di rumahmu" (Lukas 19:5). Yesus juga meluangkan waktu untuk bersama dengan orang-orang secara pribadi, mengajar mereka, membimbing mereka, dan menantang mereka untuk percaya kepada-Nya (Yohanes 3:1-21 ; 4:1-26).

Jangan pernah meremehkan nilai kesaksian dari pribadi ke pribadi bagi Yesus Kristus. Jika kita pernah meragukan nilai dari kesaksian pribadi kita, ingatlah akan teladan Yesus dan apa yang Dia ucapkan dalam Lukas 15:10, " Ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat".

Tuhan Yesus Memberkati

Sikap Hati Untuk Pengendalian Diri

"Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya." (Amsal 25:28)

Penguasaan dan disiplin diri adalah faktor keberhasilan penting dalam perjalanan hidup ini. Tanpa itu semua,kita tidak akan mencapai ke tujuan yg kekal. Paulus menulis:"Supaya menang dalam pertandingan,kita harus menahan diri utk tidak melakukan hal-hal yg dapat menghambat usaha kita. Seorang atlet bersusah payah seperti itu hanya utk menggondol medali atau piala,sedangkan kita melakukannya utk mendapat hadiah surgawi yg tidak akan hilang." (1 Kor 9:25,FAYH)

Kita semua bisa mendapatkan penguasaan diri dgn sepenuh hati, dgn mengakui masalah dalam diri kita di hadapan Tuhan. Tuhan menghendaki kita bertanggungjawab dgn segala sikap perilaku kita.
"Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri,karena ia diseret dan dipikat olehnya.Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut." (Yak.1:14-15). Apakah kita selalu menyadari apa saja yg kita lakukan? Kita adalah anak Tuhan yg mengejar kedewasaan,tentunya segala sesuatu kita lakukan dgn sadar dan kita memang ingin melakukannya, bahkan telah merencanakannya. Jika kita melakukan sesuatu yg kita tahu itu adalah hal yg buruk, namun kita tetap masih melakukannya, itu artinya kita memang ingin melakukan hal yg buruk itu. Jika sejak dari dalam hati kita sudah menyadari, namun kita tetap melakukannya, ini adalah masalah sebenarnya yg harus kita akui, apa yg terjadi didalam hati kita akan menentukan sikap perilaku kita, dan inilah yg harus kita kendalikan.

"Saya tidak berkata bahwa saya sudah berhasil, atau sudah menjadi sempurna. Tetapi saya terus saja berusaha merebut hadiah yg disediakan oleh Kristus Yesus. Utk itulah Ia sudah merebut saya dan menjadikan saya milik-Nya."
"Tentunya, Saudara-saudara, saya sesungguhnya tidak merasa bahwa saya sudah berhasil merebut hadiah itu. Akan tetapi ada satu hal yg saya perbuat,yaitu saya melupakan apa yg ada di belakang saya dan berusaha keras mencapai apa yg ada di depan."
"Itu sebabnya saya berlari terus menuju tujuan akhir utk mendapatkan kemenangan,yaitu hidup di surga; utk itulah Allah memanggil kita melalui Kristus Yesus."
"Kita semua yg sudah dewasa secara rohani, haruslah bersikap begitu. Tetapi kalau di antaramu ada yg berpendapat lain, maka Allah akan menjelaskannya juga kepadamu. Namun hal ini hendaknya diperhatikan: Kita harus tetap hidup menurut peraturan yg sudah kita ikuti sampai saat ini." (Filipi 3:12-16, BIS)

Tuhan Yesus Memberkati.

Rabu, 22 September 2010

Bersukacitalah Dengan Gemetar.

"Layanilah TUHAN dgn takut dan hormat, dan bersukacitalah dgn gemetar. Sembahlah Anak-Nya dan ciumlah kaki-Nya sebelum murka-Nya timbul dan kalian binasa. Aku peringatkan kalian -- murka-Nya akan segera menyala. Tetapi alangkah bahagianya orang yg mempercayakan diri kepada-Nya! (Mazmur 2:11-12,FAYH)

Ada ketakutan sejati dan sukacita sejati ketika kita mengaku anak Tuhan. Jika kita benar-benar bersikap hormat, sepenuh hati kpd Bapa, Tuhan Allah yg penuh kemuliaan, tentu kita akan memiliki sikap takut sejati sekaligus bersukacita dgn rasa gemetar thd-Nya. "Kemudian TUHAN lewat di depan Musa dan berkata, "Aku TUHAN, adalah Allah yang penuh kemurahan hati dan belas kasihan. Kasih-Ku berlimpah-limpah, Aku setia dan tidak lekas marah." (Keluaran 34:6, BIS)
Ini adalah sikap ketakutan sejati yg harus kita miliki, karena Tuhan adalah Kasih Setia dan "tidak lekas marah", bukan berarti Tuhan tidak akan marah jika kita menyakiti hati-Nya.

"Jagalah supaya kamu jangan menolak Dia, yg berfirman. Sebab jikalau mereka, yg menolak Dia yg menyampaikan firman Allah di bumi, tidak luput, apa lagi kita, jika kita berpaling dari Dia yg berbicara dari sorga? Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: "Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga." Ungkapan "Satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yg dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yg tidak tergoncangkan. Jadi, karena kita menerima kerajaan yg tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yg berkenan kepada-Nya, dgn HORMAT dan TAKUT. Sebab Allah kita adalah api yg menghanguskan." (Ibrani 12:25-29)

Berbahagialah semua orang yg berlindung di dalam Dia!(JohnPiper)

Tuhan Yesus Memberkati.

Pengertian Dari Roh Kudus

"Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian? Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali. Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"" (Yoh 2:18-20)

Apakah kita pernah mengalami kebingungan di saat membaca bagian-bagian di Alkitab yang bagi kita seperti teka-teki misteri? Sehingga mungkin ada diantara kita berusaha keras mengandalkan kemampuan diri utk memecahkan teka-teki misteri di Alkitab, yang pada akhirnya, dari kemampuan diri tsb timbul kesimpulan-kesimpulan pertentangan pengenalan akan Kristus. Mungkin kita terpengaruh untuk memakai cara berpikir dimana kita berdiri, di lingkungan atau di pergaulan. Ketimbang menggunakan kuasa pengertian dari Roh Kudus, kita justru cenderung menolak Roh Kudus yg sebenarnya sudah mengajarkan langsung pada diri kita, lewat pengenalan, pengertian dan pengetahuan akan Firman Tuhan.

Jika sikap hati kita tunduk patuh utk menerima pembelajaran-Nya,
kita tidak akan memperdebatkan, bahkan menolak Firman Tuhan, sekalipun mungkin akan mengingatkan dgn cukup menyakitkan hati. Roh Kudus yang tinggal didalam diri kita, akan mengungkapkan setiap kebenaran Kristus yang kita cari dan butuhkan. Hingga kita pun benar-benar mengerti kebenaran didalam hidup kita, bukan seperti yang dikatakan dunia, namun seperti yang Tuhan Yesus kehendaki.

"Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus." (Yoh 2:21-22)

Tuhan memberkati.