"Janganlah lupa kepada pemimpin-pemimpinmu yg menyampaikan pesan Allah kepadamu. Perhatikanlah bagaimana mereka hidup dan bagaimana mereka mati, dan contohilah iman mereka. Yesus Kristus tetap sama, baik dahulu, sekarang, dan sampai selama-lamanya." (Ibrani 13:7-8, BIS)
Yesus Kristus tetap ada di masa sekarang ini.
Dia tidak pernah berkata kepada kita, "Aku ada di masa lalu".
Kita tidak bisa berpikir menyamakan Dia seperti kita, kita tetaplah manusia.
Kelak kita akan mengingat bahwa kita pernah jadi muda, pernah lebih cantik, lebih ganteng, lebih cakap dari sekarang. Karena kita cenderung menjadi orang-orang dari yg selalu mengenang masa lalu kita, yg lebih baik dari sekarang, atau yg lebih lengkap dari yg akan datang.
Bukanlah Tuhan Allah jika Dia tidak tetap teguh dalam kekuasaan-Nya.
Dia tidak berkata, "Aku adalah yg telah lewat".
Rumah Bapa di Surga bukan seperti cermin yg memiliki tampilan belakang yg berbeda dgn yg di depan. Rumah Bapa di Surga tetap Kerajaan Allah yg jadi akhir tujuan hidup kita di dunia.
Dapatkah Tuhan Allah berubah hingga lebih dari Tuhan Allah?
Tuhan Allah tidak akan pernah berubah sedetikpun.
Yesus Kristus tetap sama, baik dahulu, sekarang, dan sampai selama-lamanya.
Tuhan Yesus Memberkati.
TUHAN membimbing orang di jalan yg harus ditempuhnya, Ia meneguhkan orang yg hidupnya berkenan kepada-Nya. Bila jatuh, ia tak akan luka parah, sebab TUHAN memegang tangannya. Sejak aku muda sampai sudah tua, tak pernah kulihat orang baik ditinggalkan TUHAN, atau anak cucunya menjadi peminta-minta. Ia selalu meminjamkan dan memberi dan anak-anaknya menjadi berkat baginya. (Mazmur 37:23-26 BIS)
Passionate Journey Into Life's Purpose
Senin, 30 Agustus 2010
Berikan kepada Yesus.
"Siapa yg datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yg berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yg datang dari sorga adalah di atas semuanya." (Yohanes 3:31)
"Ketika anggur sudah habis, ibu-Nya berkata kpd Yesus, "Mereka kehabisan anggur". Yesus menjawab, "Ibu, jangan menyuruh Aku. Belum sampai waktunya Aku menyatakan diri." Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan, "Lakukan saja apa yg dikatakan-Nya kepadamu."(Yoh. 2:3-5, BIS).
Hanya itu saja. Lakukan saja apa yg dikatakan-Nya.
Maria tidak bicara dgn ngotot perihal masalah yg dihadapinya. Maria memahami nilai sebuah masalah, Maria juga memahami waktu milik Kristus. Dan Maria memberikan masalah yg dihadapinya kepada Yesus Kristus.
Jika kita menghadapi segala masalah, kita ikuti teladan Maria, ibu Yesus. Memahami inti dan nilai setiap masalah itu. Saat kita berusaha memahami, kita telah mencapai setengah langkah memecahkan masalah itu.
Berikan kepada Yesus. Sampaikan setiap masalah kita kepada Tuhan Yesus. Tidak peduli seberapa parahnya masalah itu. Dia senang mendengarkan kita dan memang siap membantu di dalam waktu-Nya. Nantikan dgn tidak ngotot dan berserah hati, apa yg akan dikatakan Tuhan Yesus. Lakukan saja apa yg dikatakan-Nya.
Tuhan Yesus Memberkati.
"Ketika anggur sudah habis, ibu-Nya berkata kpd Yesus, "Mereka kehabisan anggur". Yesus menjawab, "Ibu, jangan menyuruh Aku. Belum sampai waktunya Aku menyatakan diri." Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan, "Lakukan saja apa yg dikatakan-Nya kepadamu."(Yoh. 2:3-5, BIS).
Hanya itu saja. Lakukan saja apa yg dikatakan-Nya.
Maria tidak bicara dgn ngotot perihal masalah yg dihadapinya. Maria memahami nilai sebuah masalah, Maria juga memahami waktu milik Kristus. Dan Maria memberikan masalah yg dihadapinya kepada Yesus Kristus.
Jika kita menghadapi segala masalah, kita ikuti teladan Maria, ibu Yesus. Memahami inti dan nilai setiap masalah itu. Saat kita berusaha memahami, kita telah mencapai setengah langkah memecahkan masalah itu.
Berikan kepada Yesus. Sampaikan setiap masalah kita kepada Tuhan Yesus. Tidak peduli seberapa parahnya masalah itu. Dia senang mendengarkan kita dan memang siap membantu di dalam waktu-Nya. Nantikan dgn tidak ngotot dan berserah hati, apa yg akan dikatakan Tuhan Yesus. Lakukan saja apa yg dikatakan-Nya.
Tuhan Yesus Memberkati.
Selasa, 24 Agustus 2010
Dari "Apa Adanya" Menjadi "Seperti-Nya"
"Tetapi kalau kita mengakui dosa-dosa kita kepada Allah, Ia akan menepati janji-Nya dan melakukan apa yg adil. Ia akan mengampuni dosa-dosa kita dan membersihkan kita dari segala perbuatan kita yg salah. Tetapi kalau kita berkata bahwa kita tidak berdosa, kita beranggapan seakan-akan Allah pendusta dan kita tidak menyimpan perkataan Allah di hati kita." (1 Yohanes 1:9, BIS)
Setiap hari ada kesempatan bagi kita utk luangkan waktu saat teduh, dimana saat itulah kita bisa merendahkan diri di hadapan Tuhan. Mazmur menunjukkan sebuah cara bersaat teduh: "Selidikilah aku, ya Allah, dan ketahuilah hatiku; ujilah pikiranku. Tunjukkanlah segala sesuatu di dalam diriku yg membuat Engkau sedih dan tuntunlah aku di jalan hidup yg kekal." (Mzm 139:23-24, FAYH). Dgn waktu saat teduh, kita ijinkan Roh Allah mengungkapkan sesuatu di dalam diri kita-hati, pikiran & tindakan-yg tidak menyenangkan Tuhan Allah. Saat menjalin hubungan yg jujur, dgn hati & perkataan jujur kpd Tuhan Allah ttg dosa kita, kita akan temukan sebuah harta yg besar, lebih dari apa yg ada dalam diri kita.
Kita perlu memastikan bahwa kita sedang mengambil langkah seperti yg Tuhan Allah inginkan. Dgn kerendahan hati, di dalam diri kita yg apa adanya ini, ada sikap hati yg buruk, kebiasaan buruk & pikiran yg buruk. Dosa tetaplah dosa dan akarnya adalah pemberontakan akan kehendak-Nya. Dgn kerendahan hati, kita akui dosa kita kepada-Nya dan kita pun mengakui bahwa kita membutuhkan Juruselamat di dalam kehidupan kita. Dia mengasihi kita, Dia tidak ingin menghukum, tetapi mengampuni.
Tuhan Allah menerima kita apa adanya, namun Dia tidak menghendaki kita tetap mempertahankan perilaku lama kita. Karena pada saat Dia memanggil kita, Dia ingin mengubah karakter kita menjadi seperti-Nya. Bagaimana dgn kita, apakah kita sendiri bisa menerima diri kita apa adanya, disaat kita merasa memberontak akan kehendak-Nya? Apakah kita juga bisa menerima pengampunan yg ada dari-Nya?
Tuhan Yesus Memberkati.
Setiap hari ada kesempatan bagi kita utk luangkan waktu saat teduh, dimana saat itulah kita bisa merendahkan diri di hadapan Tuhan. Mazmur menunjukkan sebuah cara bersaat teduh: "Selidikilah aku, ya Allah, dan ketahuilah hatiku; ujilah pikiranku. Tunjukkanlah segala sesuatu di dalam diriku yg membuat Engkau sedih dan tuntunlah aku di jalan hidup yg kekal." (Mzm 139:23-24, FAYH). Dgn waktu saat teduh, kita ijinkan Roh Allah mengungkapkan sesuatu di dalam diri kita-hati, pikiran & tindakan-yg tidak menyenangkan Tuhan Allah. Saat menjalin hubungan yg jujur, dgn hati & perkataan jujur kpd Tuhan Allah ttg dosa kita, kita akan temukan sebuah harta yg besar, lebih dari apa yg ada dalam diri kita.
Kita perlu memastikan bahwa kita sedang mengambil langkah seperti yg Tuhan Allah inginkan. Dgn kerendahan hati, di dalam diri kita yg apa adanya ini, ada sikap hati yg buruk, kebiasaan buruk & pikiran yg buruk. Dosa tetaplah dosa dan akarnya adalah pemberontakan akan kehendak-Nya. Dgn kerendahan hati, kita akui dosa kita kepada-Nya dan kita pun mengakui bahwa kita membutuhkan Juruselamat di dalam kehidupan kita. Dia mengasihi kita, Dia tidak ingin menghukum, tetapi mengampuni.
Tuhan Allah menerima kita apa adanya, namun Dia tidak menghendaki kita tetap mempertahankan perilaku lama kita. Karena pada saat Dia memanggil kita, Dia ingin mengubah karakter kita menjadi seperti-Nya. Bagaimana dgn kita, apakah kita sendiri bisa menerima diri kita apa adanya, disaat kita merasa memberontak akan kehendak-Nya? Apakah kita juga bisa menerima pengampunan yg ada dari-Nya?
Tuhan Yesus Memberkati.
Sahabat Kristus
Maka pada waktu itu, demikianlah Firman Tuhan, engkau akan memanggil Aku: Suamiku, dan tidak lagi memanggil Aku: Baalku! (Hosea 2:15)
Kitab Hosea adalah kitab kicah cinta! Ya, kitab ini mengungkapkan bertapa besar dan dalamnya cinta Tuhan kepada umat-Nya. Walaupun mereka tidak setia, tidak tahu berterima kasih dan berulang kali memberontak, namun Tuhan tetap ada untuk mengasihinya. Mengapa Tuhan begitu mengasihi sebuah bangsa yang demikian tegar tengkuk dan keras hati seperti ini? Ayat 15 menjadi alasannya! Tuhan melihat hal-hal ke depan tentang masa depan, pembaharuan yang terjadi dimasa mendatang. Itu sebabnya Tuhan menyatakan: "Maka pada waktu itu, demikianlah firman Tuhan, engkau akan memanggil Aku, Suamiku, dan tidak lagi memanggil Aku: Baalku!"
Ini adalah sebuah pernyataan isi hati Tuhan yang begitu dalam bagi kita semua sebagai umat-Nya! DIA menyatakan kerinduan-Nya yang terdalam yaitu supaya kita mengenal-Nya dengan mesra sama seperti seorang istri mengenal suaminya. Hal yang sama pernah Yesus ungkapkan kepada murid-muridnya dan juga diri kita ---bahwa kita bukanlah dipanggil hanya untuk menjadi hamba-hamba-Nya melainkan untuk menjadi sahabat-sahabat-Nya. Kristus adalah sahabat kita! Ia ingin selalu memiliki persekutuan yang dalam dan penuh kasih mesra bersama-sama kita.
Pandanglah Tuhan sebagai seorang sahabat yang selalu rindu untuk memeluk, memelihara, dan mengangkat kita dengan sayap-sayap kasih-Nya. Kristus adalah seorang sahabat yang penuh perhatian dan kasih-Nya akan tetap tinggal bersama-sama kita. Itu sebabnya Tuhan menawarkan diri-Nya untuk menjadi seorang sahabat. Sekalipun kita pernah mewarnai hidup kita dengan pemberontakan, ketidaktaatan, dan berkali-kali kita telah mengecewakan-Nya, sambutlah persahabatan Kristus hari ini dan jangan lagi menjauh dari-Nya.
Sedetik pun Ia tidak pernah meninggalkan hidup kita. Ia sangat perduli dan tahu bahwa kita sangat membutuhkan kekuatan dan kehadiran-Nya. Kasih dan pengampunan disediakan untuk kita hari ini. Sambutlah dan terimalah persahabatan-Nya, Ia setia menunggu dan membuka tangan untuk memeluk dan menyatakan kasih-Nya.(s)
Tuhan Yesus Memberkati.
Kitab Hosea adalah kitab kicah cinta! Ya, kitab ini mengungkapkan bertapa besar dan dalamnya cinta Tuhan kepada umat-Nya. Walaupun mereka tidak setia, tidak tahu berterima kasih dan berulang kali memberontak, namun Tuhan tetap ada untuk mengasihinya. Mengapa Tuhan begitu mengasihi sebuah bangsa yang demikian tegar tengkuk dan keras hati seperti ini? Ayat 15 menjadi alasannya! Tuhan melihat hal-hal ke depan tentang masa depan, pembaharuan yang terjadi dimasa mendatang. Itu sebabnya Tuhan menyatakan: "Maka pada waktu itu, demikianlah firman Tuhan, engkau akan memanggil Aku, Suamiku, dan tidak lagi memanggil Aku: Baalku!"
Ini adalah sebuah pernyataan isi hati Tuhan yang begitu dalam bagi kita semua sebagai umat-Nya! DIA menyatakan kerinduan-Nya yang terdalam yaitu supaya kita mengenal-Nya dengan mesra sama seperti seorang istri mengenal suaminya. Hal yang sama pernah Yesus ungkapkan kepada murid-muridnya dan juga diri kita ---bahwa kita bukanlah dipanggil hanya untuk menjadi hamba-hamba-Nya melainkan untuk menjadi sahabat-sahabat-Nya. Kristus adalah sahabat kita! Ia ingin selalu memiliki persekutuan yang dalam dan penuh kasih mesra bersama-sama kita.
Pandanglah Tuhan sebagai seorang sahabat yang selalu rindu untuk memeluk, memelihara, dan mengangkat kita dengan sayap-sayap kasih-Nya. Kristus adalah seorang sahabat yang penuh perhatian dan kasih-Nya akan tetap tinggal bersama-sama kita. Itu sebabnya Tuhan menawarkan diri-Nya untuk menjadi seorang sahabat. Sekalipun kita pernah mewarnai hidup kita dengan pemberontakan, ketidaktaatan, dan berkali-kali kita telah mengecewakan-Nya, sambutlah persahabatan Kristus hari ini dan jangan lagi menjauh dari-Nya.
Sedetik pun Ia tidak pernah meninggalkan hidup kita. Ia sangat perduli dan tahu bahwa kita sangat membutuhkan kekuatan dan kehadiran-Nya. Kasih dan pengampunan disediakan untuk kita hari ini. Sambutlah dan terimalah persahabatan-Nya, Ia setia menunggu dan membuka tangan untuk memeluk dan menyatakan kasih-Nya.(s)
Tuhan Yesus Memberkati.
Buah Dari Perkataan.
"Aku akan menciptakan puji-pujian pada bibir mereka yang berduka. Damai, damailah mereka, yang dekat maupun yang jauh," demikianlah firman TUHAN, "karena Aku akan menyembuhkan mereka semua." (Yesaya 57:19, FAYH)
Apakah kita tahu bahwa perkataan kita seperti sebuah benih? Di dalam benih-perkataan itu ada kekuatan yg tersimpan. Di masa yg akan datang, kita sendiri yg akan memakan buah dari benih perkataan kita. Terkadang kita sendiri tidak menyadari perkataan kita, ketika kita sampai di masa depan. Artinya, setiap perkataan kita (yg diucapkan maupun yg ditulis) akan menghasilkan kuasa terhadap keadaan dr semua yg telah kita lontarkan.
Begitu penting bagi kita untuk membuat pernyataan yg positif di dalam kehidupan kita sehari-hari. Karena saat ini kita sedang berdiri di dalam sebuah perjanjian kehidupan. Bentuk penghargaan kita kpd perjanjian hidup ini adalah dgn mengeluarkan perkataan yg baik dan tidak sia-sia. Kita harus menanamkan perkataan Firman Tuhan di dalam hati & pikiran, lalu berkata, "Saya adalah anak Allah yg diberkati, karenanya saya memiliki damai sejahtera Allah, saya sehat, saya punya bakat, saya bisa bijaksana." Jika kita menabur benih perkataan yg baik, kita sedang mempersiapkan buahnya utk kita makan ketika kita sampai di masa depan.
Hari ini mari kita pastikan, bahwa kita adalah seorang penabur benih yg baik di dlam perkataan kita. Biarkan Firman-Nya yg meluap memenuhi hati dan pikiran kita. Hingga segala yg kita katakan adalah buah cerminan Firman Tuhan dan kita tahu benih kata-kata apa yg harus kita tabur, kita lontarkan.
Doa menabur benih perkataan:
Tuhan Allah, terima kasih atas kebenaran Firman-Mu. Bantu kami agar kami menjadi penabur benih perkataan dan menjaganya hingga saatnya kelak kami menuai buahnya. Tanamkan perkataan-Firman-Mu di dalam hati kami, karena itu membuat kami dekat dan melangkah bersama-Mu. Dalam Nama Tuhan Yesus, kami memohon dan mengucap syukur. Amin.
Tuhan Yesus Memberkati.
Apakah kita tahu bahwa perkataan kita seperti sebuah benih? Di dalam benih-perkataan itu ada kekuatan yg tersimpan. Di masa yg akan datang, kita sendiri yg akan memakan buah dari benih perkataan kita. Terkadang kita sendiri tidak menyadari perkataan kita, ketika kita sampai di masa depan. Artinya, setiap perkataan kita (yg diucapkan maupun yg ditulis) akan menghasilkan kuasa terhadap keadaan dr semua yg telah kita lontarkan.
Begitu penting bagi kita untuk membuat pernyataan yg positif di dalam kehidupan kita sehari-hari. Karena saat ini kita sedang berdiri di dalam sebuah perjanjian kehidupan. Bentuk penghargaan kita kpd perjanjian hidup ini adalah dgn mengeluarkan perkataan yg baik dan tidak sia-sia. Kita harus menanamkan perkataan Firman Tuhan di dalam hati & pikiran, lalu berkata, "Saya adalah anak Allah yg diberkati, karenanya saya memiliki damai sejahtera Allah, saya sehat, saya punya bakat, saya bisa bijaksana." Jika kita menabur benih perkataan yg baik, kita sedang mempersiapkan buahnya utk kita makan ketika kita sampai di masa depan.
Hari ini mari kita pastikan, bahwa kita adalah seorang penabur benih yg baik di dlam perkataan kita. Biarkan Firman-Nya yg meluap memenuhi hati dan pikiran kita. Hingga segala yg kita katakan adalah buah cerminan Firman Tuhan dan kita tahu benih kata-kata apa yg harus kita tabur, kita lontarkan.
Doa menabur benih perkataan:
Tuhan Allah, terima kasih atas kebenaran Firman-Mu. Bantu kami agar kami menjadi penabur benih perkataan dan menjaganya hingga saatnya kelak kami menuai buahnya. Tanamkan perkataan-Firman-Mu di dalam hati kami, karena itu membuat kami dekat dan melangkah bersama-Mu. Dalam Nama Tuhan Yesus, kami memohon dan mengucap syukur. Amin.
Tuhan Yesus Memberkati.
Langganan:
Postingan (Atom)