Minggu, 25 Juli 2010

Kepahitan Merugikan Diri Sendiri

'Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.'' (Ibrani 12:15)

Pernahkah anda dilukai oleh orang lain?
Jika ya, sudahkah anda terlepas dari rasa sakit?
atau luka tersebut terus tertoreh di dalam hati anda?

Disakiti atau diperlakukan tidak adil merupakan bagian dari kehidupan setiap orang. Yang menjadi masalah adalah bagaimana kita menyikapi diri kita bila hal tersebut terjadi dalam kehidupan kita.

Saat disakiti kita dapat memilih untuk terus mencengkeram rasa sakit dan menjadi pahit hati. Hidup kita menjadi menderita, kita membenci dan menyalahkan orang yang menyakiti kita. Satu hal yang pasti bila pilihan ini yang kita ambil, maka orang yang menyakiti kita tidak akan tersakiti, tapi kita sedang menyakiti diri kita sendiri. Dan bila dibiarkan terus menerus akan menjadi akar pahit dalam hidup kita.

Kepahitan bisa menjadi sesuatu yang mematikan, tidak hanya merusak diri ssendiri, tetapi juga ke orang lain (bahkan mungkin orang yang kita kasihi).

Adolf Hitler adalah contoh orang yang mempunyai luka batin di masa lalu, dan seperti yang kita tahu akibat luka tersebut banyak orang yang menderita bahkan mati.

Jangan biarkan kehidupan kita dikotori oleh kepahitan, mulailah untuk mengampuni dan percaya bahwa Tuhan akan memulihkan kita dan memberi keadilan bagi kita. Hapus setiap kepahitan dihati kita hingga ke akar-akarnya dan rasakan kelepasan sejati dari Tuhan.

Tuhan Yesus Memberkati.

Kamis, 22 Juli 2010

Seberapa Besar Tuhan Yesus?

Yesus menyatakan,
"Dengan sesungguhnya Aku berkata, seseorang yg percaya kepada-Ku akan melakukan mujizat-mujizat yg sama seperti yg telah Aku lakukan, malahan lebih besar lagi, sebab Aku akan pergi kpd Bapa. Kalian dapat memohon apa saja kpd-Nya atas nama-Ku, dan Aku akan mengabulkannya, sebab hal itu akan mendatangkan pujian kpd Bapa, yaitu karena apa yg Aku, Anak itu, akan lakukan bagi kalian. Ya, mintalah apa saja, atas nama-Ku, dan Aku akan mengabulkannya."  (Yoh.14:12-14 FAYH).

Janji yg pertama yg dikatakan Tuhan Yesus dgn jelas adalah: "seseorang yg percaya kepada-Ku,....mintalah apa saja, atas nama-Ku, dan Aku akan mengabulkannya." Janji ini bisa kita dapatkan, jika kita benar-benar percaya kpd Yesus, Dia akan mengabulkan segala permintaan atas nama Tuhan Yesus. Ada konsekuensi sikap hati yg berserah kpd Kehendak Tuhan Yesus. Kita tdk bisa menyatakan keinginan daging kita dgn mengatasnamakan itu adalah kehendak Tuhan Yesus. Tuhan Yesus tahu isi hati dan segala motivasi di dlm setiap permintaan kita, dan Dia tahu apa yg kita butuhkan.

Lalu yg kedua, Tuhan Yesus melanjutkan janji-Nya,
"Jikalau kalian mengasihi Aku, patuhlah kpd-Ku. Maka Aku akan memohon kpd Bapa dan Ia akan menganugerahkan kpd kalian Penghibur yg lain, yg tidak akan pernah meninggalkan kalian, yaitu Roh Kudus, Roh yg membimbing kpd segala kebenaran. Dunia umumnya tdk dapat menerima Dia, karena dunia ini tdk mencari Dia dan tdk mengenal Dia. Tetapi kalian mengenal Dia, karena Ia tinggal bersama-sama dgn kalian sekarang dan sekali waktu kelak akan berada di dalam kalian. Sekali-kali Aku tidak akan meninggalkan kalian sbg yatim piatu. Aku akan segera datang lagi kpd kalian."  (Yoh.14:16-18 FAYH).

Tuhan Yesus menekankan kembali pada janji-Nya yg luar biasa: "Jikalau kalian mengasihi Aku, patuhlah kpd-Ku, Bapa akan menganugerahkan kpd kalian Penghibur yg lain, yg tidak akan pernah meninggalkan kalian, yaitu ROH KUDUS, Roh yang membimbing kpd segala kebenaran." Ada hubungan ketaatan pada setiap janji-janji Tuhan. Di dalam hubungan yg intim dgn Tuhan Yesus, Roh Kudus, Roh yg membimbing kpd segala kebenaran akan tinggal di dalam diri kita.

Banyak orang yg percaya Kristus sudah merasa puas dgn anugerah keselamatan dr Tuhan. Namun mereka tidak meletakkan iman, harapan doa hanya kpd Kristus. Mereka masih merasa menerima kurang dari yg diinginkan lalu menempatkan Tuhan Yesus dibalik lembaran hidup serta membuat-Nya menjadi terbatas hanya di selembar kertas perjalanan hidup sehari-hari.

Seberapa besar Tuhan Yesus di dalam hidup kita?
Sebelum kita memegang janji-janji Tuhan Yesus, lebih dulu kita harus memandang Tuhan Yesus, lebih besar dari segala permintaan kita.
Sebelum menginginkan segala permintaan kita, lebih dahulu kita hanya menginginkan Tuhan Yesus yg terbesar, lebih besar dari segala sesuatu di hidup kita.


Tuhan Yesus Memberkati.

Selasa, 20 Juli 2010

Meniru Sikap Bapa.

"DALAM segala perbuatan hendaklah Saudara mengikuti teladan Allah sebagaimana seorang anak yg sangat dikasihi mengikuti teladan ayahnya." (Efesus 5:1, FAYH)

Pernahkah kita menghabiskan waktu bersama seorang bayi atau anak kecil, lalu mereka meniru suara dan setiap gerakan kita? Bagi bayi dan anak kecil, meniru segala yg kita lakukan  adalah sebuah permainan menyenangkan mereka. Bayi dan anak kecil selalu bersemangat utk belajar hal yg baru. Mereka mengamati dan merekam apa yg kita lakukan lalu mulai belajar melakukan hal yg sama dgn yg kita lakukan.

Sama seperti anak kecil, kita semua adalah figur peniru. Sampai saat ini banyak orang mengidolakan dan meniru segala sesuatu yg dilihat di televisi, di majalah, di komunitas, serta segala sesuatu yg dipertontonkan di dunia. Namun sebagai anak Allah, kita harus menjadi peniru sikap Bapa kita, dan mengikuti teladan cinta kasih-Nya. "Kasihilah orang lain dengan mengikuti teladan Kristus yg mengasihi Saudara, dan yg memberikan diri-Nya kepada Allah sebagai suatu kurban yg menghilangkan dosa Saudara. Dan Allah bersenang hati, sebab kasih Kristus kepada Saudara bagaikan wangi-wangian yg harum bagi-Nya. (Efesus 5:2, FAYH)

Jika saat ini kita tidak ingin jadi "anak dunia", kita harus menjalani hidup yg berbeda dan jadi baru. Awali langkah kita dgn mengubah fokus. Tindakan dan sikap siapa yg kita tiru akan menentukan langkah hidup kita. Semakin kita berfokus pada Firman Allah, semakin kita akan meniru sikap Tuhan Yesus, Bapa kita. Pada akhirnya, ketika kita bersemangat membiasakan diri utk fokus pd Tuhan Yesus, sukacita damai sejahtera Allah serta berkat akan dapat kita alami setiap hari.


Tuhan Yesus Memberkati.

Hidup Dalam Kompromi Pilihan

"Jangan meniru tingkah laku dan kebiasaan dunia ini, melainkan jadilah orang dengan kepribadian yang sama sekali baru dalam segala perbuatan dan pikiran, niscaya Saudara akan mengerti dari pengalaman sendiri bahwa jalan-jalan Allah itu sempurna dan sungguh-sungguh memuaskan Saudara. (Roma 12:2 FAYH)

Pikiran akan menentukan sikap dan kebiasaan kita. Dunia menawarkan banyak pilihan gaya hidup, agar kita melepaskan fokus tujuan perjalanan hidup kita utk terus berhubungan dgn Tuhan. Dan sebenarnya, kita sendiri sebagai umat pilihan Allah sudah tahu perbedaan yg mendasar, yg baik dan buruk dari gaya hidup dunia. Kebanyakan dari umat Allah, terjebak dgn sebuah pilihan gaya hidup yg penuh kompromi dan toleransi yg salah karena takut dikucilkan dunia, atau takut masa depan akan suram jika tidak memilih berbagai macam gaya hidup yg dunia tawarkan.

"Janganlah khawatir mengenai apa pun. Dalam segala hal, berdoalah dan ajukanlah permintaanmu kepada Allah. Apa yg kalian perlukan, beritahukanlah itu selalu kepada Allah dgn mengucap terima kasih.
Maka sejahtera dari Allah yg tidak mungkin dapat dimengerti manusia, akan menjaga hati dan pikiranmu yg sudah bersatu dgn Kristus Yesus.
Akhirnya, Saudara-saudara, isilah pikiranmu dgn hal-hal bernilai, yg patut dipuji, yaitu hal-hal yg benar, yg terhormat, yg adil, murni, manis, dan baik." (Filipi 4:6-8 BIS)

JIka kita tahu jalan hidup dalam kebenaran sejati pada Kristus Yesus, tidak ada kompromi dalam pilihan hidup. Kehendak Tuhan Yesus akan tetap sama, dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya: Mengikuti cara hidup Yesus Kristus.

Tuhan Yesus Memberkati.

Senin, 19 Juli 2010

Suara Sang Gembala

"Domba-domba-Ku mengenal suara-Ku, dan Aku pun mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku. Kepada mereka Aku memberikan hidup kekal, dan mereka tidak akan binasa. Seorang pun tidak akan dapat merenggut mereka dari Aku, karena Bapa-Ku sudah memberikan mereka kepada-Ku, dan Bapa-Ku lebih berkuasa daripada siapapun juga. Jadi, tidak seorang pun dapat merebut mereka dari Aku. Aku dan Bapa adalah satu." (Yohanes 10:27-30 FAYH).

Tuhan Yesus berkata, "Domba-domba-Ku MENGENAL SUARA-KU, dan Aku pun mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku."
Domba-domba piaraan akan mendengar suara gembala mereka, karena domba-domba itu hidup, karena sang gembala memberikan kpd mereka pemeliharaan penuh kasih. Sang gembala akan mengenal satu-persatu domba piaraannya, sekalipun wujud domba hampir selalu sama. Tuhan Yesus mengilustrasikan sebuah hubungan yg erat antara domba-domba dan gembala, yaitu pengenalan lewat SUARA sang gembala.

Hanya dgn DOA yg segenap hati, Roh Kudus akan hadir di dalam diri kita dan kita bisa mendengar SUARA Tuhan Yesus. Suara dari Tuhan Yesus akan selalu memberikan kekuatan; bukan keragu-raguan. Memberikan penghiburan dan peneguhan; bukan kecaman mempersalahkan dan penghukuman. Memberikan koreksi pd kesalahan kita, bukan menganggap diri kita yg paling benar.

Kita akan selalu dihadapan dgn berbagai godaan suara, dari diri kita sendiri dgn pertimbangan berpikir berdasarkan logika, rasional dan mempertimbangkan segala sesuatunya dgn akal sehat kita (suara yg dunia katakan). "Aku telah mengatakannya kepada kalian, tetapi kalian tidak percaya kepada-Ku," jawab Yesus. "Buktinya terdapat dalam tanda-tanda ajaib yg Aku buat atas nama Bapa-Ku. Tetapi kalian tidak mau percaya kepada-Ku, sebab kalian tidak termasuk kawanan domba-Ku."(Yoh. 10:24-26 FAYH)

Tanpa iman serta ketaatan, tanpa kita kenal suara untuk mengikuti tujuan dr Gembala kita, kita tidak dapat memastikan itu suara yg kita dengar adalah dari Tuhan Yesus, Sang Gembala yang memberikan hidup kekal.

Tuhan Yesus Memberkati