Senin, 19 Juli 2010

Suara Sang Gembala

"Domba-domba-Ku mengenal suara-Ku, dan Aku pun mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku. Kepada mereka Aku memberikan hidup kekal, dan mereka tidak akan binasa. Seorang pun tidak akan dapat merenggut mereka dari Aku, karena Bapa-Ku sudah memberikan mereka kepada-Ku, dan Bapa-Ku lebih berkuasa daripada siapapun juga. Jadi, tidak seorang pun dapat merebut mereka dari Aku. Aku dan Bapa adalah satu." (Yohanes 10:27-30 FAYH).

Tuhan Yesus berkata, "Domba-domba-Ku MENGENAL SUARA-KU, dan Aku pun mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku."
Domba-domba piaraan akan mendengar suara gembala mereka, karena domba-domba itu hidup, karena sang gembala memberikan kpd mereka pemeliharaan penuh kasih. Sang gembala akan mengenal satu-persatu domba piaraannya, sekalipun wujud domba hampir selalu sama. Tuhan Yesus mengilustrasikan sebuah hubungan yg erat antara domba-domba dan gembala, yaitu pengenalan lewat SUARA sang gembala.

Hanya dgn DOA yg segenap hati, Roh Kudus akan hadir di dalam diri kita dan kita bisa mendengar SUARA Tuhan Yesus. Suara dari Tuhan Yesus akan selalu memberikan kekuatan; bukan keragu-raguan. Memberikan penghiburan dan peneguhan; bukan kecaman mempersalahkan dan penghukuman. Memberikan koreksi pd kesalahan kita, bukan menganggap diri kita yg paling benar.

Kita akan selalu dihadapan dgn berbagai godaan suara, dari diri kita sendiri dgn pertimbangan berpikir berdasarkan logika, rasional dan mempertimbangkan segala sesuatunya dgn akal sehat kita (suara yg dunia katakan). "Aku telah mengatakannya kepada kalian, tetapi kalian tidak percaya kepada-Ku," jawab Yesus. "Buktinya terdapat dalam tanda-tanda ajaib yg Aku buat atas nama Bapa-Ku. Tetapi kalian tidak mau percaya kepada-Ku, sebab kalian tidak termasuk kawanan domba-Ku."(Yoh. 10:24-26 FAYH)

Tanpa iman serta ketaatan, tanpa kita kenal suara untuk mengikuti tujuan dr Gembala kita, kita tidak dapat memastikan itu suara yg kita dengar adalah dari Tuhan Yesus, Sang Gembala yang memberikan hidup kekal.

Tuhan Yesus Memberkati

Sabtu, 17 Juli 2010

Masa Depan

"Berserulah kepada-Ku maka Aku akan menjawab serta memberitahukan kepadamu rahasia mengenai perkara-perkara besar yang tidak kau ketahui dan tidak dapat kau pahami." (Yeremia 33:3 FAYH)

Setiap seruan doa-doa kita dari hati yg tulus, Allah sendiri yg akan memberitahukan segala kehendak-Nya lewat Roh Kudus yg tinggal di dalam roh kita. Lebih bijak bagi kita untuk mempersiapkan waktu kita, kepedulian, saat hening, pengendalian diri dan segala sesuatu yg kita miliki dgn semangat seperti halnya kita merapikan ruangan yg kita diami setiap saat, untuk menyambut Tuhan Yesus masuk ke dalam diri kita.

Allah tidak hanya tahu masa depan kita, karena Allah ada di masa depan. Allah tidak hanya berjalan bersama kita hari ini, karena Allah telah berjalan di masa depan kita. Allah sudah melihat setiap hal yg akan kita hadapi.

Tuhan Yesus Memberkati

Jumat, 16 Juli 2010

Belajar Rendah Hati

"Dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus" (Efesus 5:21)

Kerendahan hati adalah dasar dari sebuah pernikahan yang berbahagia. Merendahkan hati adalah dengan sukarela mengangkat orang lain di atas diri kita sendiri untuk melayaninya. Suami-istri hendaknya saling merendahkan diri, saling mengangkat dan saling melayani. Paulus memulai suatu diskusi tentang tanggung jawab pernikahan setelah dia menyatakan prinsip-prinsip umum tentang merendahkan diri.

Didalam hubungan pernikahan, kerendahan hati membuat dua pribadi bisa berfungsi sebagai satu tubuh, saling melengkapi dan bukannya saling bersaing. Efesus 5:21-23 menunjukkan bagaimana Yesus telah menjadi model bagi tanggung jawab seorang suami dan istri. Yesus telah merendahkan diri dan taat kepada Bapa dan melepaskan segala hak yang DIA punya.... yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,...(Filipi 2:6). Begitu juga, hendaknya sang istri taat dan merendahkan diri kepada suaminya. Hai istri-istri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya didalam Tuhan. (Kolose 3:18)

Kerendahan hati yang sejati menurut Alkitab adalah merupakan kesukaan sang wanita yang kreatif yang berusaha menemukan bagaimana dia bisa menunjukkan kepada suaminya bahwa dia menghormati, mengagumi dan bergantung padanya. Ini berarti bahwa sang istri akan menjadi lebih tertarik kepada kebutuhan suaminya daripada kebutuhannya sendiri.

Ketaatan dan kerendahan hati sang istri pada suaminya bisa terlihat dengan baik ketika dia mendorong peran kepemimpinan sang suami dan tidak pernah berusaha untuk menghancurkan, memudarkan dan melemahkan atau menguranginya. (lw)

Tuhan Yesus Memberkati.

Rabu, 14 Juli 2010

Keintiman Hati

"Sebab itu orang-orang Farisi dan guru-guru agama itu bertanya kepada Yesus, "Mengapa pengikut-pengikut-Mu itu makan dengan tangan yang tidak dicuci? Apa sebab mereka tidak menuruti adat istiadat nenek moyang kita?" Yesus menjawab, "Kalian orang-orang munafik! Tepat sekali apa yang dinubuatkan Yesaya tentang kalian, yaitu, 'Begini kata Allah, Orang-orang itu hanya menyembah Aku dengan kata-kata, tetapi hati mereka jauh dari Aku." (Markus 7:6 BIS)

Yesus berbicara tentang sebuah tradisi yg telah menjadi kebiasaan, namun menyangkal perintah Bapa dalam ibadah mereka. Mereka tidak memiliki hati yg bertobat sehingga mengakibatkan mereka menerima konsekuensi dari kemunafikan. Yesus sangat menginginkan mereka mengenakan hati dgn motivasi mengenal dan mendekat ke Hati Bapa, bukan dgn sekedar kata-kata.

Dgn hati yg terbuka menerima Yesus masuk kedalam diri kita, kita akan bertumbuh, kita menerima hidup yg penuh anugerah penghargaan dan berkat yg melimpah. Kita akan bergerak maju mengikuti semua rencana yg telah Tuhan rancang di dalam hidup kita. Tuhan Yesus akan memberitahu kpd kita misteri-Nya melalui wahyu, bahwa Dia rindu untuk memberikan kpd kita, Roh Kudus akan membimbing pengertian kita yg melampaui segala pengetahuan. Dia menundang kita mendekat intim dgn-Nya, berhubungan dgn pengenalan yg terdalam.

Seperti menyatukan hati dgn memasuki Ruang Hati-Nya yg Maha Kudus. Seperti itulah sikap Kasih sepenuh hati. Dimana ada keintiman, ada kuasa kasih, ada berkat, ada damai sejahtera. Untuk menerima kepenuhan kuasa kasih Tuhan, kita harus menumbuhkan penghormatan kpd-Nya, berkomunikasi dgn penuh hormat dan kita akan mendengarkan-Nya dan peduli dgn segala yg Dia katakan. Keintiman hati kita dgn Hati Tuhan Yesus adalah penghargaan hubungan pribadi yg erat, penuh hormat, lebih dari memiliki pengetahuan atau pengalaman di dalam hidup.

Disaat kita bisa merasakan suasana hati yg tenang, saat yg sama kita akan bisa berkomunikasi dgn hormat kpd Hati Yuhan Yesus (mengucapkan doa), saat itu juga kita mengeluarkan perkataan dan tindakan yg benar-benar terpancar dr hati yg memuji dan menyembah.

Tuhan Yesus Memberkati.

Selasa, 13 Juli 2010

Tidak Ada yang Baru

"Apa yang pernah terjadi, akan terjadi lagi. Apa yang pernah dilakukan, akan dilakukan lagi. Tidak ada sesuatu yang baru di dunia ini. Ada orang yang berkata, "Lihatlah, ini baru!" Tetapi, itu sudah ada sebelum kita lahir." (Pengkhotbah 1:9-10 BIS)

Rutinitas sehari-hari cenderung kita lakukan berulang-ulang, dri waktu ke waktu kita makan, tidur, bekerja, dan merapikan diri. Bahkan segala sesuatu yg kita lakukan, kita dapatkan atau kita beri, tidak ada yg baru, selama kita masih di dunia ini.

Ada cara lain untuk memandang kehidupan ini. Setiap kali kita mengulang jalur kita, sebenarnya kita akan selalu membuat sebuah keputusan. Kita dapat memandang peran kita dalam kehidupan sehari-hari hanyalah untuk menyelesaikan tugas kita, atau justru melihatnya sebagai suatu kesempatan yg indah untuk mengenal dan menikmati anugerah dan kebaikan Tuhan. Dalam setiap kejadian di kehidupan yg berulang-ulang ini, jika kita berserah kpd Tuhan, Tuhan akan membentuk karakter kita, menguatkan iman hingga kita dewasa rohani, menambahkan pengharapan, dan menguatkan daya tahan kita. Di setiap kejadian biasa yg kita alami, Allah memberi kpd kita sesuatu yg lebih utk dapat kita nikmati dgn sukacita dan penuh syukur.

Setiap kejadian yg membuat kita bersukacita dalam kebenaran adalah pemberian Tuhan. Siapakah yg dapat makan dan merasakan kenikmatan kalau terpisah dari Dia? Karena Allah memberikan kebijaksanaan, pengetahuan, dan sukacita kepada orang yg menyukakan hati-Nya.
Hidup diluar Tuhan, kita hanya akan berfokus pd kenyamanan diri sendiri, pikiran dan tindakan seturut hati kita sendiri. Di sini pun kita dapat melihat kejadian kesia-siaan, sama seperti mengejar-ngejar angin belaka, dan kita akan hadapi segala sesuatu akan terjadi berulang-ulang.

Ambil dan gunakan setiap detik kehidupan ini utk mempertajam karakter dan sikap hati kita, karena hidup bersama Tuhan adalah suatu asahan.

Tuhan Yesus Memberkati.