Rabu, 24 November 2010

Yesus yang Mengubah Hidup

"Tidak mungkin Kristus sepakat dgn Iblis. Apakah persamaannya antara orang Kristen dgn orang bukan Kristen? "Apakah hubungannya antara Rumah Tuhan dgn rumah berhala? Kita ini Rumah Tuhan, yaitu Allah yg hidup. Allah sendiri berkata, "Aku akan tinggal di tengah-tengah mereka, dan hidup bersama-sama mereka. Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku." (2 Korintus 6:15-16, BIS).

Bagi mereka yg telah melihat Yesus (benar-benar melihatNya), pasti mengalami banyak hal yg berbeda.
Sentuhan tanganNya membuat seorang pengemis buta bisa melihatNya, melihat langit dan bumi.
Lewat perintahNya, seorang yg lumpuh kakinya jadi sembuh dan bisa berjalan.
Dalam pelukanNya, hidup manusia yg semula kosong, diisi dgn tujuan yg sama dgnNya.
Hanya dgn satu keranjang saja, Yesus memberi makan ribuan orang.
Dengan satu perintahNya, Dia menghentikan badai yg menyerang manusia.
Dia pun membangkitkan orang yg telah mati, dgn satu pernyataan membangkitkan.
Dia pun mengubah kehidupan kita cukup dgn satu pesan. "Pada waktu yg diperkenankan, Aku sudah mendengarkan engkau, dan pada hari keselamatan, Aku telah menolong engkau." Ingatlah baik-baik, sekarang inilah waktu yg diperkenankan itu. Sekarang inilah hari untuk diselamatkan!

"Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku, demikianlah kata Tuhan Yang Mahakuasa." (2 Korintus 6:18 BIS).

Tuhan Yesus Memberkati.

Rabu, 17 November 2010

Jawabannya Adalah Yesus Kristus

"Murid -murid-Nya datang dan bertanya kepada-Nya, "Mengapa Guru selalu menggunakan perumpamaan yg sukar dimengerti?" Yesus menerangkan bahwa hanya merekalah yg telah diberi pengertian tentang Kerajaan Surga, sedangkan orang lain tidak. Ia berkata kepada mereka, "Karena kepada yg mempunyai akan diberikan lebih banyak lagi, sehingga berkelimpahan; tetapi dari yg tidak mempunyai, bahkan yg sedikit yg ada padanya akan diambil. Itulah sebabnya mengapa Aku menggunakan perumpamaan, supaya orang dapat mendengar dan melihat, tetapi tidak dapat mengerti. "Ini menggenapi nubuat Nabi Yesaya: 'Mereka mendengar, tetapi tidak mengerti; mereka memandang, tetapi tidak melihat!" (Matius 13:10-14, FAYH).

Yesus memperingatkan kpd kita perihal orang-orang yg meskipun mendengar firman Allah, namun tidak sedang benar-benar mendengarkan atau tidak melibatkan Roh Kudus sebagai penolong bagi pengertian. Sehingga banyak orang Kristen menganggap perkataan Allah sama seperti slogan-slogan yg diciptakan dunia.

"Karena hati mereka keras dan telinga mereka tebal, dan mereka menutup mata mereka serta tidur. Jadi, mereka tidak akan melihat, tidak akan mendengar, tidak akan mengerti, dan tidak akan kembali kpd Allah; mereka tidak akan mau membiarkan Aku menyembuhkan mereka.' Tetapi berbahagialah mata kalian karena melihat; dan berbahagialah telinga kalian karena mendengar." (Matius 13:15-16, FAYH).

Ambil waktu sejenak untuk hening setelah setiap kali kita membaca atau mendengarkan firman Allah. Libatkan Roh Kudus sebagai satu-satunya penuntun pengertian kita akan setiap pertanyaan di perjalanan hidup kita. Dan tetapkan di dalam diri kita untuk selalu ingin belajar, ketimbang mempercayakan pd pemikiran sendiri. Selidiki hingga jauh ke dalam lubuk hati kita. Sampai nanti kita akan sampai pada pengertian-Nya bahwa jawaban dari segala ketidakmengertian di perjalanan hidup kita, benar-benar adalah Yesus Kristus!

Mazmur 56:3-4:
"Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu;kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"

1 Korintus 12:3, FAYH:
"Tetapi sekarang Saudara bertemu dengan orang-orang yang mengaku dapat menyampaikan pesan dari Roh Allah. Bagaimana Saudara tahu apakah mereka benar-benar diilhami Allah atau apakah mereka itu pembohong belaka? Inilah patokannya: orang yang berbicara dengan kuasa Roh Allah tidak mungkin mengutuk Yesus. Tidak seorang pun dapat berkata dengan kesunggguhan hati, "Yesus adalah Tuhan", kalau Roh Kudus tidak menolongnya."

1 Yohanes 4:1-3, BIS:
"Saudara-saudara yang tercinta! Janganlah percaya kepada semua orang yang mengaku mempunyai Roh Allah, tetapi ujilah dahulu mereka untuk mengetahui apakah roh yang ada pada mereka itu berasal dari Allah atau tidak. Sebab banyak nabi palsu sudah berkeliaran ke mana-mana.Beginilah caranya kalian tahu apakah itu Roh Allah atau tidak: Orang yang mengakui bahwa Yesus Kristus datang ke dunia sebagai manusia, orang itu mempunyai Roh yang datang dari Allah.Tetapi orang yang tidak mengakui hal ini mengenai Yesus, tidak mempunyai Roh Allah. Orang itu mempunyai roh dari Musuh Kristus. Saudara sudah mendengar bahwa Roh itu akan datang, dan sekarang ia sudah ada di dalam dunia ini."

Tuhan Yesus Memberkati.

Senin, 08 November 2010

Cahaya Lilin

"Tetapi kalian adalah bangsa yg terpilih, imam-imam yang melayani raja, bangsa yang kudus, khusus untuk Allah, umat Allah sendiri. Allah memilih kalian dan memanggil kalian keluar dari kegelapan untuk masuk ke dalam terang-Nya yang gemilang, dengan maksud supaya kalian menyebarkan berita tentang perbuatan-perbuatan-Nya yang luar biasa." - 1 Petrus 2:9 (BIS).

Amarah tak terkendali terhadap setiap ketidakadilan situasi dan kondisi di dunia ini, tidak akan membuat keadaan hidup menjadi lebih baik. Melainkan dengan menghadirkan pengertian, pemahaman, dan memberikan simpati pada setiap orang yang mengalami kesusahan-penderitaan. Selama kita masih menyaksikan setiap kejadian yang menyedihkan di dunia ini, artinya kita masih punya tugas di sana. Mungkin, kita akan terus bertanya, untuk apa kita ada di dunia dan apa yang terjadi jika kita bisa hidup saling membantu. Setelah satu-per-satu semuanya terjadi di dalam kehidupan, kita mulai bisa pahami, bahwa manusia mampu bertahan dan berjuang bukan dari sikap kemaraha, protes dan dendam mereka atas ketidakadilan atas situasi dan kondisinya, melainkan karena ada belas kasih dan perhatian dari sesama manusia.

Kita diberi kesempatan untuk bisa menyaksikan setiap kejadian (musibah dan tragedi) di sekitar kita, di dunia ini. Mungkin kita akan selalu bersikap cepat untuk membicarakannya dengan berbagai jenis kekecewaan, kegeraman dan kepahitan. Banyak orang cenderung menyalahkan banyak hal di luar diri sendiri. Menyalahkan tindakan orang lain, menyalahkan kejadiannya dan bahkan menyalahkan Tuhan yang mengijinkan setiap kejadian di bumi ini terjadi. Dengan cepat beberapa dari kita semua akan mengernyit dahi untuk menilai dengan berbagai sudut pemikiran kita yang tinggi dan yang kita yakin benar. Namun, jarang sekali kita menggunakan kedalaman hati yang menggerakkan tindakan diri, kecepatan tangan kita, untuk menggapai sesama yang sedang "jatuh" di depan mata kita.

Jika kita sekarang tengah menyaksikan di dunia ini banyak lampu yang telah padam, dan kita menyaksikan juga banyak orang tersandung saat mereka berjalan di kegelapan. Ketimbang hanya mendiskusikan dan menyalahkan orang yang jatuh, terlebih dahulu, jadikan diri kita cahaya lilin. 
Tuhan Yesus Memberkati.




Sabtu, 06 November 2010

Tunggu Mujizat.

"Jangan mengusik, mencaci kegagalan dan mengkritik kesalahan-kesalahan orang lain, kecuali tentu saja, jika kamu ingin mendapat perlakuan yang sama." - Matius 7:1 (Msg)

Daripada membicarakan orang yang buta sejak lahir sebagai sebuah kesempatan untuk didiskusikan, Yesus melihat orang yang buta (buta fisik dan rohani) sebagai kesempatan kuasa Allah bekerja dalam dirinya. "Yesus menjawab, "Dia buta bukan karena dosanya sendiri atau dosa orang tuanya, tetapi supaya orang bisa melihat kuasa Allah bekerja dalam dirinya." - Yohanes 9:3 (BIS).


Itulah perspektif Kristus!
Orang yang cacat dan buta bukanlah korban nasib. Mereka pun sedang menunggu mujizat demi mujizat terjadi. Dan Yesus sepenuh hati membantu orang-orang yang cacat, buta dan tidak berdaya (rohani dan fisik).

Tuhan Yesus lebih peduli pada masa depan kita daripada masa lalu.

Tuhan Yesus Memberkati. 

Kamis, 04 November 2010

Dengarkan dan Lihatlah.

"Mereka sampai di Betsaida. Di situ orang membawa seorang buta kepada Yesus, dan minta supaya Ia menjamah orang buta itu untuk menyembuhkannya. Maka Yesus memegang tangan orang buta itu dan menuntun dia ke luar kota itu. Kemudian Yesus meludahi mata orang itu. Ia meletakkan tangan-Nya pada mata orang itu, lalu bertanya kepadanya, "Dapatkah engkau melihat sesuatu sekarang?" Orang itu melihat ke depan, lalu berkata, "Ya. Saya melihat orang berjalan-jalan; tetapi mereka kelihatan seperti pohon." (Markus 8: 22-24, BIS)

Seringkali kita cepat untuk berputus asa, berkecil hati ketika kita mencoba sekuat tenaga mendengar suara Tuhan dan mencari hadiraNya.

Seperti orang buta itu, pejamkan saja mata, diam dan alami keheningan suara di telinga kita.
Nantikan sejenak, Dia berada dekat sekali. Dan sekarang kita bisa melihat hadiratNya dan mendengar dengan jelas SuaraNya.

"Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu. Kali ini orang itu berusaha melihat dengan sedapat-dapatnya. Matanya sembuh, dan ia melihat semuanya dengan jelas sekali. Lalu Yesus berkata kepadanya, "Pulanglah, dan jangan kembali ke kota itu." (Markus 8: 25-26, BIS)

Tuhan Yesus memberkati.