Ketika Allah bekerja di dalam kehidupan kita, ada beberapa hal yg kita rasakan sedikit tidak nyaman. Mungkin kita sering menghadapi perbedaan sudut pandang dgn beberapa orang di sekeliling kita atau mungkin kita mengalami situasi yg berada di luar kendali. Sering juga ketika semua itu terjadi, kita justru mengeluh dan menyimpan kepahitan, ketimbang mencoba lebih keras utk mengubah sudut pandang kita thd sebuah masalah. Karena kerasnya hati, kita sering lupa utk memandang Tuhan dan berkata, "Tuhan, terima kasih utk semua yg telah Tuhan kerjakan di dalam diriku".Tuhan lebih tertarik mengubah sikap kita daripada Dia mengubah keadaan kita.
Jika kita menyimpan kepahitan, itu karena kita telah membekukan hati kita. Jika kita ingin perubahan, jika kita ingin melihat Allah membuka pintu yg baru, kuncinya adalah tumbuh mekar, tepat di mana kita ditanam.
Kita tidak bisa menunggu sampai semuanya jadi lebih baik sebelum kita sendiri memutuskan untuk memiliki sikap yg baik. Kita harus mencoba menjadi yg terbaik ditempat kita berada. Bila kita tumbuh mekar di tempat kita ditanam, kita telah membiarkan Allah bekerja di dalam diri kita. Dia akan tetap setia untuk menyelesaikan apa yg telah Dia mulai di dalam diri kita!
Marilah kita bertekat memutuskan utk menyesuaikan diri ber tumbuh mekar di tempat kita berada, di tempat kita ditanam oleh Allah. Kita mohon di dalam Roh Kudus, untuk dapat mengikutii teladan cinta kasih Yesus di dlm perjalanan hidup kita, di mana pun kita beradal.
"Allah sendiri yang memulai pekerjaan yang baik itu padamu, dan saya yakin Ia akan meneruskan pekerjaan itu sampai selesai pada Hari Kristus Yesus datang kembali." (Filipi 1:6 BIS).
Tuhan Yesus Memberkati.
TUHAN membimbing orang di jalan yg harus ditempuhnya, Ia meneguhkan orang yg hidupnya berkenan kepada-Nya. Bila jatuh, ia tak akan luka parah, sebab TUHAN memegang tangannya. Sejak aku muda sampai sudah tua, tak pernah kulihat orang baik ditinggalkan TUHAN, atau anak cucunya menjadi peminta-minta. Ia selalu meminjamkan dan memberi dan anak-anaknya menjadi berkat baginya. (Mazmur 37:23-26 BIS)
Passionate Journey Into Life's Purpose
Jumat, 21 Mei 2010
Doa dan Sudut Pandang
Mengapa dua orang yg berdoa bersama, namun masing-masing memiliki sikap yg berbeda dgn masalah yg mereka hadapi? Ini berhubungan erat dgn sudut pandang mereka. Kita masing-masing datang kpd Allah dgn harapan dan keinginan di dlm hidup yg berbeda. Jika kita ingin mendengar suara-Nya dgn jelas, kita harus terlebih dahulu mengerti tujuan Allah thd kita.
1. Kita BERSENTUHAN dgn HATI ALLAH. - Bapa membedakan pembicaraan-Nya kpd kita; yg sekedar mengaku Kristen dan kpd kita yg sudah benar-benar telah diperbaharui oleh Kristus. Allah menyesuaikan pesan-Nya atas dasar keyakinan, lewat waktu dan situasi. Jadi dua orang dapat mendengar jawaban yg berbeda, karena berbeda waktu dan kekuatan keyakinan dkm berhubungan dgn hati Allah.
2. Kita MEMAHAMI siapa Allah. - Jika kita memandang Allah sbg Bapa yg PENUH KASIH, kita terdorong bertekad utk menerima kasih-Nya dgn sepenuh hati. Namun jika kita menuntut dgn keras jawaban doa, mungkin kita tidak akan pernah mengerti harapan dan kasih-Nya.
3. SIKAP kita terhadap Allah. - Jika kita datang kpd Allah dgn keangkuhan hati, kita tidak akan pernah mendengar suara-Nya. Namun, jika kita datang dgn kerendahan hati, datang seperti seorang hati hamba yg penurut, kemungkinan besar kita akan mendengar suara-Nya dan dgn sukacita menerima Firman-Nya.
Saat ini Allah, masih setia berbicara kpd kita. Mari kita merenungkan apakah kita sudah menjalani pesan-pesan-Nya. Apakah saat ini kita lebih dipengaruhi oleh keinginan diri sendiri, ketimbang menundukan diri untuk mendengarkan pesan-pesan-Nya?
"Marilah kita sujud menyembah TUHAN, Pencipta kita, karena Dialah Allah kita. Kita ini domba-domba-Nya dan Ia adalah Gembala kita. Dengarlah panggilan-Nya kepadamu pada hari ini dan datanglah kepada-Nya. Janganlah mengeraskan hatimu seperti yang dilakukan bangsa Israel di padang gurun, yaitu di Meriba dan di Masa." (Mzm 95:6-8 FAYH)
Tuhan Yesus Memberkati.
1. Kita BERSENTUHAN dgn HATI ALLAH. - Bapa membedakan pembicaraan-Nya kpd kita; yg sekedar mengaku Kristen dan kpd kita yg sudah benar-benar telah diperbaharui oleh Kristus. Allah menyesuaikan pesan-Nya atas dasar keyakinan, lewat waktu dan situasi. Jadi dua orang dapat mendengar jawaban yg berbeda, karena berbeda waktu dan kekuatan keyakinan dkm berhubungan dgn hati Allah.
2. Kita MEMAHAMI siapa Allah. - Jika kita memandang Allah sbg Bapa yg PENUH KASIH, kita terdorong bertekad utk menerima kasih-Nya dgn sepenuh hati. Namun jika kita menuntut dgn keras jawaban doa, mungkin kita tidak akan pernah mengerti harapan dan kasih-Nya.
3. SIKAP kita terhadap Allah. - Jika kita datang kpd Allah dgn keangkuhan hati, kita tidak akan pernah mendengar suara-Nya. Namun, jika kita datang dgn kerendahan hati, datang seperti seorang hati hamba yg penurut, kemungkinan besar kita akan mendengar suara-Nya dan dgn sukacita menerima Firman-Nya.
Saat ini Allah, masih setia berbicara kpd kita. Mari kita merenungkan apakah kita sudah menjalani pesan-pesan-Nya. Apakah saat ini kita lebih dipengaruhi oleh keinginan diri sendiri, ketimbang menundukan diri untuk mendengarkan pesan-pesan-Nya?
"Marilah kita sujud menyembah TUHAN, Pencipta kita, karena Dialah Allah kita. Kita ini domba-domba-Nya dan Ia adalah Gembala kita. Dengarlah panggilan-Nya kepadamu pada hari ini dan datanglah kepada-Nya. Janganlah mengeraskan hatimu seperti yang dilakukan bangsa Israel di padang gurun, yaitu di Meriba dan di Masa." (Mzm 95:6-8 FAYH)
Tuhan Yesus Memberkati.
Berikan Waktumu
Anak-Ku ,
Bumi adalah milik-Ku, dan Aku menciptakan segala sesuatu di dalamnya.
Aku sendiri yang membuat setiap atom di jagat raya! Dan Aku memiliki segala hal, bahkan benda-benda yang kamu anggap milikmu.
Alasan-Ku meminta kepadamu untuk memberikan waktu dan uang kepada-Ku adalah untuk membuktikan kepada kita berdua, bahwa kamu lebih mengasihi-Ku daripada menyukai yang dapat Kuberi kepadamu.
Aku mengetahui prioritasmu dari caramu menggunakan waktu dan uangmu. Tahukah kamu, apa yang paling penting di dalam hidupmu?
Kabar baik bagimu yaitu bahwa Aku mengasihimu, dan Aku akan menjagamu. Kamu tidak perlu khawatir akan kehabisan uang. Bapamu memiliki segala sesuatu.
Sang Pencipta,
Tuhan
"Sebab punya-Kulah segala binatang hutan, dan beribu-ribu hewan di gunung, Aku kenal segala burung di udara dan apa yang bergerak di padang adalah dalam kuasa-Ku.(Mzm 50:10).Sebab punya-Kulah dunia dan segala isinya" (Mzm 50:12)
Tuhan Yesus Memberkati
(TD)
Bumi adalah milik-Ku, dan Aku menciptakan segala sesuatu di dalamnya.
Aku sendiri yang membuat setiap atom di jagat raya! Dan Aku memiliki segala hal, bahkan benda-benda yang kamu anggap milikmu.
Alasan-Ku meminta kepadamu untuk memberikan waktu dan uang kepada-Ku adalah untuk membuktikan kepada kita berdua, bahwa kamu lebih mengasihi-Ku daripada menyukai yang dapat Kuberi kepadamu.
Aku mengetahui prioritasmu dari caramu menggunakan waktu dan uangmu. Tahukah kamu, apa yang paling penting di dalam hidupmu?
Kabar baik bagimu yaitu bahwa Aku mengasihimu, dan Aku akan menjagamu. Kamu tidak perlu khawatir akan kehabisan uang. Bapamu memiliki segala sesuatu.
Sang Pencipta,
Tuhan
"Sebab punya-Kulah segala binatang hutan, dan beribu-ribu hewan di gunung, Aku kenal segala burung di udara dan apa yang bergerak di padang adalah dalam kuasa-Ku.(Mzm 50:10).Sebab punya-Kulah dunia dan segala isinya" (Mzm 50:12)
Tuhan Yesus Memberkati
(TD)
Hati Yang Bijaksana
Betapa murkanya Tuhan jika kita membuat hidup kita sia-sia. Karena hidup itu sendiri merupakan anugerah yg Tuhan sendiri ikut hadir di dalamnya! Musa menyadari bahwa Tuhan yg memegang kehidupan dan menentukan umur. Dlm kefanaan, betapa sering Musa melakukan hal-hal yg tidak berkenan kpd Tuhan. Musa menistakan nama Tuhan dgn sikapnya yg lepas kendali di hadapan umat (bc.Bil.20:12). Tuhan menghukum Musa dgn tidak memperbolehkan dia masuk ke tanah perjanjian. Musa menderita batin yg besar, seolah ia sama saja dgn umat Israel generasi pertama yg "gagal masuk" tanah perjanjian tersebut. Namun Musa merespons hukuman Tuhan sbg "anugerah". Musa minta agar Tuhan mengaruniakan kebijaksanaan di dlm hidupnya hingga dapat mengisinya dgn hal-hal yg baik. (bc.Mzm 90:1-17)
Seperti Musa, jika kegagalan masa lalu masih saja membebani kita, percayalah, Tuhan masih memberikan anugerah dan kesempatan kpd kita utk memperbaiki diri dan kembali setia kpd-Nya. Ketimbang mencari alasan utk bersikap pesimis, pasif atau masa bodoh, mari kita "bangun tekad" dgn berdoa: "Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yg bijaksana".
"Sadarkanlah kami akan singkatnya hidup ini supaya kami menjadi orang yang berbudi." (Mazmur90:12 BIS)
Tuhan Yesus Memberkati.
Seperti Musa, jika kegagalan masa lalu masih saja membebani kita, percayalah, Tuhan masih memberikan anugerah dan kesempatan kpd kita utk memperbaiki diri dan kembali setia kpd-Nya. Ketimbang mencari alasan utk bersikap pesimis, pasif atau masa bodoh, mari kita "bangun tekad" dgn berdoa: "Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yg bijaksana".
"Sadarkanlah kami akan singkatnya hidup ini supaya kami menjadi orang yang berbudi." (Mazmur90:12 BIS)
Tuhan Yesus Memberkati.
Minggu, 25 April 2010
Setia & Bersungguh-sungguh.
Komitmen yg kuat untuk kekudusan masih akan tetap penting dgn menghindari dari segala bentuk kompromi terhadap kemunafikan dan segala tawaran dunia. Sering kali kita mencoba ingin mempercepat sebuah proses "penerimaan pengampunan" dgn mengorbankan proses pemulihan untuk "tidak kita jalani".
"Akhir dunia ini hampir tiba. Karena itu, jadilah orang-orang yg bersungguh-sungguh serta tekun berdoa." (1 Petrus 4:7 FAYH)
Sebuah "hati yg bertobat" akan mengakui dan menjalani ketekunan di dalam proses pemulihan. Jangan membuat suatu tuntutan atas janji-janji Tuhan pada hak-hak istimewa kita sebagai anak-anak Tuhan, jika kita tidak setia menjalani perjalanan pemulihan yg diperintahkan Tuhan di dalam firman-Nya.
Sebagai anak-anak Tuhan, kita perlu menegaskan kembali untuk setia menjalani pemulihan pengampunan dgn tekun berdoa. Setia pada komitmen di dalam "kemurnian hati", "motivasi kehidupan pribadi" yg benar-benar bebas dari dosa-dosa tersembunyi.
Tuhan Yesus Memberkati.
"Akhir dunia ini hampir tiba. Karena itu, jadilah orang-orang yg bersungguh-sungguh serta tekun berdoa." (1 Petrus 4:7 FAYH)
Sebuah "hati yg bertobat" akan mengakui dan menjalani ketekunan di dalam proses pemulihan. Jangan membuat suatu tuntutan atas janji-janji Tuhan pada hak-hak istimewa kita sebagai anak-anak Tuhan, jika kita tidak setia menjalani perjalanan pemulihan yg diperintahkan Tuhan di dalam firman-Nya.
Sebagai anak-anak Tuhan, kita perlu menegaskan kembali untuk setia menjalani pemulihan pengampunan dgn tekun berdoa. Setia pada komitmen di dalam "kemurnian hati", "motivasi kehidupan pribadi" yg benar-benar bebas dari dosa-dosa tersembunyi.
Tuhan Yesus Memberkati.
Langganan:
Postingan (Atom)